Kelebihan Pasokan, Pertamina Bakal Ekspor Solar

Solar Industri – PT Pertamina (Persero) mengaku saat ini fasilitas pengolahan minyak (kilang) dalam negeri yang dimilikinya telah kelebihan pasokan selama dua bulan terakhir. Perseroan juga berencana mengekspor kelebihan pasokan solar tersebut ke luar negeri akibat harga komoditas yang anjlok.

Direktur Pengolahan Pertamina Rachmat Hardadi mengatakan, sejak beberapa waktu terakhir perseroan bahkan telah mengimpor solar. Kelebihan pasokan ini dikarenakan serapannya di dalam negeri agak lesu.

“(Kelebihan pasokan) bukan karena produknya nambah banyak. Tapi serapan konsumsi turun, industri sedang lesu, sedang dijajaki untuk ekspor. Tentu dengan harganya yang bagus,” katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (19/4/2016) malam.

Sementara, Direktur Utama PT Pertamina (persero) Dwi Soetjipto menuturkan, saat ini produksi solar telah terjadi keseimbangan jika dilihat dari matrix balance solar. Karena itu, BUMN migas ini sudah tidak lagi mengimpor solar.

“‎Kira-kira kalau dari matrix balance ‎(produksi solar) nya mungkin sudah balance ya. Kalau kita implementasikan 20% FAME, solar kita enggak lagi impor. Atau mungkin sangat kecil, tergantung situasinya,” tutur dia.

Sebelum menjajaki ekspor solar, tambah mantan Bos Semen Indonesia itu, pihaknya akan lebih dulu menggunakan kelebihan pasokan solar tersebut untuk membuat smoot fluid. ” Kalau nanti kelebihan, tapi pertama kelebihannya akan converse dulu ke smooth flu‎id dan itu untuk drilling. Kan harganya bisa lebih mahal,” pungkasnya.