Tag: Solar

Jual Solar Industri Berkualitas di Medan

Bagi anda para perusahaan industri maupun manufaktur yang membutuhkan solar industri terbaik dan berkualitas tinggi di kota medan, Kami siap memberikan solar terbaik untuk anda. Dengan harga terbaik dan juga kualitas terbaik.

Kualitas solar industri resmi milik kami di jamin berkualitas dan harga terjangkau sesuai kebutuhan anda. Silahkan hubungi kami untuk informasi lebih lengkap dan pemesanan. Anda bisa mendownload company profile kami di bagian menu website ini.

Hubungi Kami

  • Phone : Daniel 08126069399 / Rudi Daslim 08126027181
  • Office : Daniel 085105069399
  • Email : sales@s-petro.com atau ke ruby_daniel@ymail.com
  • Alamat: Jl. Biduk No 33. Petisah Tengah, Medan Petisah, Sumatera Utara

Kebijakan Perancis 2040, Tak Lagi Ada Mobil Bensin dan Solar

S-petro.com – Pemerintah Perancis akhirnya memutuskan kebijakan terhadap sektor otomotif pada negaranya, yakni mengakhiri penjualan kendaraan bertenaga bensin hingga diesel di 2040 untuk melawan pemanasan global.

Setelah waktu yang sudah ditentukan, tiap pabrikan otomotof hanya diperkenankan menjual mobil berbasis listrik atau daya tenaga bersih lainnya, termasuk di dalamnya hybrid.

Pejabat pemerintah yang bertanggungjawab terhadap transisi ekologis Nicolas Hulot, mengatakan hal itu ialah bagian dari tujuan membantu para perakit kendaraan berinovasi hingga terus memimpin pasar.

“Sebuah revolusi dalam mobilitas kehidupan sehari-hari menanti kita,” kata Nicolas, mengutip CNN, Senin (10/7).

Pemerintah menggariskan berbagai inisiatif untuk membantu mencapai tujuan itu begitu-pin dukungan pengembangan bahan bakar alternatif seperti listrik dan hidrogen. Selain itu pemerintah berencana membiayai infrastruktur baru untuk pengisian mobil listrik.

Tidak hanya itu pemerinta juga menjanjikan sebuah program, di mana untuk membayar orang-orang yang berniat melepas kendaraan lama, serta keinginan melakukan penjualan kepada kendaraan lebih bersih. Namun, belum disebutkan, bagaimana program tersebut dapat terlaksana.

Presiden Perancis Emmanuel Macron, telah jelas tentang rencananya untuk mempromosikan kebijakan melindungi lingkungan. Dalam pidatonya di televisi pada Juni lalu, dia mengecam keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menarik diri dari kesepakatan iklim Paris.

Sehingga, ia menawarkan perlindungan kepada ilmuwan, insinyur, dan warga Amerika yang kecewa dengan langkah Trump.

“Mereka akan menemukan di Perancis sebagai tanah air kedua, saya menelpon mereka, datang dan bekerja di sini bersama kami, untuk bekerja sama dalam solusi konkret untuk iklim kita,” ucapnya.

Perpindahan Prancis ke fase kendaraan yang mengandalkan mesin pembakaran datang, paska satu hari setelah salah satu produsen mobil, Volvo mengumumkan bahwa setiap mobil yang dibuatnya mulai 2019 akan memiliki motor listrik.

Volvo adalah produsen mobil pertama yang sepenuhnya merangkul produksi listrik dan hibrida.

Perancis membeli lebih dari dua juta mobil tahun lalu. Pangsa mobil yang diberi tenaga listrik, hibrida dan bahan bakar alternatif kecil berada disekitar empat persen, namun berkembang cepat. Penjualan kendaraan tersebut naik 25% pada kuartal pertama 2017.

Beberapa faktor mendorong industri otomotif menuju motor listrik, termasuk peraturan lingkungan lebih ketat. Tetapi memang, menghilangkan mesin bensin sama sekali akan sulit.

Sementara, alasan utama adalah profitabilitas. Tesla (TSLA) belum melaporkan keuntungan tahunan. Pembuat mobil pada umumnya menghasilkan miliaran dolar saat menjual jutaan mobil bertenaga bensin. Belum ada yang menemukan cara untuk menghasilkan keuntungan dengan hanya menjual kendaraan listrik saja.

Harga Premium Dan Solar Berpeluang Naik Bulan Oktober

solar-ilustrasi-antara-dedhez-anggara-2

S-petro.com – PT Pertamina (Persero) memperkirakan harga bahan bakar minyak jenis Premium dan Solar berpeluang naik pada Oktober karena harga minyak mentah jenis Brent, West Texas Intermediate (WTI) dan Mean of Platts (MOPS).

Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang mengatakan beberapa kali pihaknya harus menanggung kerugian penyaluran solar pada tahun ini.

Sebagai contoh, dia menyebut penyaluran solar pada Juni rugi sebesar Rp550 per liter dan Agustus sebesar Rp200 per liter. Kerugian terdalam yaitu pada Juni disebabkan karena harga Brent dan WTI sebesar US$48 per barel. Hingga akhir tahun, dia menyebut masih belum dapat dipastikan apakah harga bertahan tanpa menanggung kerugian karena saat ini WTI US$44,52 per barel dan Brent US$47,1 per barel.

Saat ini, harga solar Rp5.150 per liter dan premium sebesar Rp6.450 per liter. Kendati demikian, dia menyebut kenaikannya belum bisa diprediksi. Selain itu, menetapkan harga adalah tugas dari pemerintah. Namun, pihaknya akan mengajukan penaikan harga jual solar dan premium paling tidak agar tak mengalami kerugian.

“Kami belum tahu Oktober berubah apa enggak. Kami mengajukan begitu, naik dong ,” ujarnya di sela Rapat Kerja di Komisi VII di Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Pihaknya pun memperkirakan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas penyaluran premium ternyata menimbulkan kerugian cukup besar.

Menurut Bambang, penyaluran premium Jawa, Madura dan Bali (Jamali) diperkirakan menimbulkan kerugian Rp10,8 triliun dan premium non-Jamali sebesar Rp6,9 triliun.

Kendati demikian, hasil audit secara resmi belum dikeluarkan dari BPK. Seperti diketahui, BPK menemukan keuntungan penyaluran solar yakni Rp3,19 triliun pada 2015.

“Belum selesai (audit) premiumnya. Solarnya sudah. Minusnya banyak. Itu kan kalau ngikutin formula Rp10,8 triliun Jamali, non Jamali Rp6,9 triliun diakui non Jamali,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Vice President Retail Fuel Marketing Pertamina Afandi, mengatakan pada Agustus 2016, penyaluran BBM jenis premium turun 13% dari 70.000 kilo liter (kl) di awal 2016 menjadi 56.000 kl atau 63,4% dari total konsumsi BBM. Adapun, penurunan disebabkan peralihan dari pengguna premium ke pertalite dan pertamax.

Sementara, untuk pertamax kini konsumsinya berada di angka 15,8% dengan penyerapan sekitar 15.000 kl atau naik 226% dari konsumsi pada Januari 2016 yakni 5.000 kl. Lalu, untuk pertalite mengambil porsi sebesar 20,5% dari total konsumsi BBM dengan capaian sebesar 20.000 kl atau naik 462% dari konsumsi Januari 2016 4.500 kl.

Dengan capaian tersebut, pihaknya menargetkan penurunan konsumsi premium bisa menyentuh 50% karena masyarakat kini lebih memilih pertalite dan pertamax daripada premium karena selisih harga yang semakin tipis.

“Di akhir tahun premium bisa turun lagi jadi 50%,” katanya.

Pertamina Sumbagut Jamin Pasokan BBM Dan LPG Jelang Puasa Dan Lebaran Aman

S-petro.com – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I Sumatra bagian Utara menjamin pasokan bahan bakar minyak dan LPG menjelang puasa dan Lebaran pada tahun ini. Beberapa langkah yang dilakukan yakni penambahan jam operasional terminal BBM dan menambah armada mobil tangki.

Selain itu, General Manager Pertamina MOR I Romulo Hutapea mengatakan akan membentuk posko satuan tugas untuk memantau ketersediaan BBM dan LPG pada 21 Juni hingga 21 Juli 2016.

“Kami akan mempertahankan pasokan BBM dan LPG di 19 terminal BBM, lima depor LPG dan 11 depot pengisian pesawat udara di Sumbagut. Sebanyak 221 SPBU akan beroperasi selama 24 jam khususnya di jalur mudik. Di Sumut ada 141 SPBU, Aceh 55 SPBU, Sumbar 62 SPBU dan Riau 63 SPBU,” paparnya di sela-sela temu media, Sabtu (4/6/2016).

Lebih lanjut, dia merinci, pihaknya juga menyiapkan kantong-kantong SPBU, yakni di Aceh dua SPBU di Simpang Kiri Subulussalam dan Desa Kampung Melayu Aceh Tenggara, dan di Sumut lima SPBU yakni Tanjung Pura, Desa Morulak Rambu, Penyabung Padang Sidempuan, Desa CIkampak, dan Jalan Raya Brastagi-Kabanjahe.

Selanjutnya, di Sumbar enam SPBU yakni di Kayu Tanam Pariaman, Desa Ladang, Jalan Raya Bukit Tinggi-Payakumbuh, Jalan Raya Jenderal Sudirman, Jalan Raya Payakumbuh, dan Salino-Painan.

Di Riau enam SPBU yakni Jalan Putri Tujuh Dumai, Jalan Raya Kandis, Petapahan Siak Hulu, Desa Tandu, Dusun Karya Mu, dan Jalan Raya Lintas Timur Sumatra.

“Kami juga berkoordinasi dengan perbankan, Hiswana Migas, pemda, kepolisian dan instansi terkait. Kami memproyeksi untuk BBM Premium ada peningkatan 11% dari hari normal, dan solar 31%. Saat ini untuk Sumut saja, konsumsi Premium pada hari normal 4.000 KL, dan Solar 3.000 KL,” tambah Romulo.

Dia mengemukakan, untuk konsumsi LPG menjelang puasa dan Lebaran umumnya tidak meningkat signifikan. Sebanyak 70% SPBU yang ada akan dimaksimalkan untuk menjadi titik penjualan LPG, terutama 3 Kg.

“Kenaikan paling hanya 10% dari hari normal. Per hari kami biasanya rata-rata menyalurkan 1.000 metrik ton, dengan rincian 800 metrik ton untuk LPG 3 kg dan sisanya nonsubsidi. Kami siap penuhi permintaan. Kami juga meminta pemda untuk mengawasi ketersediaan dan harga.”

Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, di seluruh Indonesia, pihaknya terutama mengantisipasi pasokan BBM di jalur mudik dan wisata. Untuk Sumbagut seperti di Danau Toba, Brastagi, dan Bukit Tinggi.

“Berdasarkan pengalaman, selama libur panjang Lebaran dan puasa, konsumsi Premium tidak naik. Justru Pertamax dan Pertalite. Untuk solar ya turun karena kendaraan besar kan dilarang beroperasi. Selain itu, kami siapkan BBM dalam kaleng sebanyak mungkin agar mudah kalau macet. Mobil tangki juga standby,” ucapnya.

Dorong Konsumsi Produk Solar Berkualitas, Pertamina Hadirkan Dexlite di Medan

Solar Industri – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I Sumbagut mulai melakukan penyaluran dan pengisian perdana produk bahan bakar diesel non subisidi, Dexlite, di Medan, Sumut.

Produk bahan bakar diesel Dexlite tersebut kini sudah ada di 3 lokasi SPBU di Kota Medan. Ketiga SPBU itu yakni SPBU 14.201.1121 Jalan Arteri Ringroad, SPBU 14.204.1120 Jalan Pelabuhan Belawan dan SPBU 14.203.1199 Jalan Cemara.

“Secara terus menerus, outlet Dexlite di SPBU akan terus bertambah untuk memudahkan konsumen memperoleh produk bahan bakar diesel berkualitas,” kata Direktur Pemasaran PT Pertamina Ahmad Bambang di SPBU 14.201.1121 Jalan Arteri Ringroad, Medan, Sabtu (4/6/2016).

Bambang menuturkan, Dexlite memiliki spesifikasi produk di antara solar dan Pertamina Dex dengan angka cetane number 51 dan kandungan sulfur maksimal 1.200 ppm.

“Diharapkan produk Dexlite menjadi alternatif pilihan bagi para konsumen yang menginginkan bahan bakar lebih baik dari produk jenis solar dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Untuk diketahui, Dexlite di Medan dijual dengan harga Rp 6.650 perliter.

“Dexlite ini lebih irit 10 persen dibandingkan dengan solar. Kita harap, konsumen solar pindah ke Dexlite sebanyak 15 persen,” tutup Bambang.

Kelebihan Pasokan, Pertamina Bakal Ekspor Solar

Solar Industri – PT Pertamina (Persero) mengaku saat ini fasilitas pengolahan minyak (kilang) dalam negeri yang dimilikinya telah kelebihan pasokan selama dua bulan terakhir. Perseroan juga berencana mengekspor kelebihan pasokan solar tersebut ke luar negeri akibat harga komoditas yang anjlok.

Direktur Pengolahan Pertamina Rachmat Hardadi mengatakan, sejak beberapa waktu terakhir perseroan bahkan telah mengimpor solar. Kelebihan pasokan ini dikarenakan serapannya di dalam negeri agak lesu.

“(Kelebihan pasokan) bukan karena produknya nambah banyak. Tapi serapan konsumsi turun, industri sedang lesu, sedang dijajaki untuk ekspor. Tentu dengan harganya yang bagus,” katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (19/4/2016) malam.

Sementara, Direktur Utama PT Pertamina (persero) Dwi Soetjipto menuturkan, saat ini produksi solar telah terjadi keseimbangan jika dilihat dari matrix balance solar. Karena itu, BUMN migas ini sudah tidak lagi mengimpor solar.

“‎Kira-kira kalau dari matrix balance ‎(produksi solar) nya mungkin sudah balance ya. Kalau kita implementasikan 20% FAME, solar kita enggak lagi impor. Atau mungkin sangat kecil, tergantung situasinya,” tutur dia.

Sebelum menjajaki ekspor solar, tambah mantan Bos Semen Indonesia itu, pihaknya akan lebih dulu menggunakan kelebihan pasokan solar tersebut untuk membuat smoot fluid. ” Kalau nanti kelebihan, tapi pertama kelebihannya akan converse dulu ke smooth flu‎id dan itu untuk drilling. Kan harganya bisa lebih mahal,” pungkasnya.

Polres Meranti Amankan 8 Ton Solar Ilegal dari Kapal Pengangkut Ikan

S-petro.com – Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti, Provinsi Riau berhasil menggagalkan aksi penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) ilegal jenis solar. Agar lolos dari pantauan, minyak tersebut sengaja diangkut dengan menggunakan kapal ikan. situs judi bola, agen poker

Satu unit kapal ikan terpaksa diamankan polisi, Selasa (9/2/2016) siang kemarin. Di dalam kapal ini, aparat berwajib menemukan sekitar delapan ton bahan bakar minyak jenis solar yang ditenggarai ilegal. Dua orang awak kapal berinisial AT dan AA juga turut diamankan guna dimintai keterangannya.

Informasi yang dirangkum GoRiau.com di Mapolda Riau, Rabu (10/2/2016), aksi penyelundupan solar ini diketahui polisi sewaktu kapal ikan tersebut menepi di Pelabuhan Rakyat, Jalan H Sulaiman, Kelurahan Selat Panjang Barat, Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti.

Karena mencurigakan, aparat berwajib pun langsung melakukan penyelidikan. “Saat itu AT dan AA tertangkap tangan membawa BBM jenis solar. Pengakuannya solar tersebut mereka beli tugbot (kapal penarik kapal tongkang),” sebut Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo.

Belum diketahui kemana mereka akan menjual solar diduga ilegal ini. Polres Kepulauan Meranti sampai kini masih melakukan penyelidikan. “Yang bersangkutan masih dimintai keterangannya di Mapolres terkait kemana solar-solar ini hendak dijual,” tutup Kabid Humas.

Pertamina Klaim Ada Perbaikan pada Rantai Pasok BBM

Solar Industri – PT Pertamina (Persero) menyatakan terjadi perbaikan rantai pasok bahan bakar minyak (BBM) dan minyak mentah melalui transformasi Integrated Supply Chain (ISC) dari Pertamina Energy Trading Limited (Petral).

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan ISC terus melakukan perbaikan guna memastikan ketahanan pasokan BBM dan optimasi-optimasi rantai pasok hilir berjalan dengan baik.

“Transformasi juga ditujukan terciptanya best practices proses pengadaan mulai dari perencanaan hingga dihasilkannya hasil terbaik melalui proses yang transparan,” kata Wianda di Jakarta, Rabu (25/11/2015).

Menurut Wianda, transformasi yang dilakukan ISC telah menghasilkan perubahan positif. Buktinya, terjadi penghematan hingga pekan terakhir November 2015 ini mencapai US$ 133 juta.

Beberapa langkah nyata yang sudah dilakukan antara lain membuka kesempatan yang sama kepada lebih banyak mitra untuk berkompetisi memberikan penawaran terbaik, menerapkan proses evaluasi tender yang transparan, dan mengurangi biaya dengan penerapan skema pembayaran TT (telegraphic transfer).

“Untuk menjamin transparansi tersebut, ISC Pertamina juga menyajikan keterbukaan informasi pengadaan melalui situs resmi perusahaan,” ujar Wianda.

Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengaku pesimistis mafia migas dapat diberantas meski Pertamina Energy Trading Li‎mmited (Petral) sudah tidak berperan dalam pengadaan minyak mentah dan BBM.

Rizal mengungkapkan ketidakyakinan ini karena melihat lembaga pengganti yang memegang peran Petral, yaitu Integrated Supply Chain (ISC), dioperatori orang yang sama. “Saya enggak begitu yakin, orang-orangnya masih sama saja,” ucap Rizal‎.‎ (Pew/Nrm/liputan6)

Solar & Premium Langka di Madura

S-petro.com – Bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar menghilang di Bangkalan, Jawa Timur, sejak Senin pagi (9/11/2015).

Beberapa stasiun pengisian bahan bakar Umum (SPBU) di Blega, kosong melompong. Mau tak mau, masyarakat terpaksa membeli pertamax yang harganya lebih. Itupun mereka harus antri.

Selain mengularnya antrian, jerigen konsong milik pedagang bensin eceran, menumpuk. “Bensin dan solar di SPBU ini, sudah kosong sejak tadi malam,” kata Sami’un, petugas di SPBU itu.

Saat ini, BBM yang tersedia hanya jenis Pertamax, dan jumlahnya mulai menipis. Petugas di SPBU ini mengaku, telah melaporkan masalah ini kepada pihak Pertamina, pada Minggu malam (8/11/2015). Namun, sampai Senin pagi belum ada pasokan BBM.
“Setiap akhir pekan, pasokan BBM dari pihak Pertamina ke SPBU di sini sering terlambat. Mungkin karena pegawainya libur,” kata Sami’un.

Kekosongan BBMdari jenis premium dan solar ini, tidak hanya terjadi di SPBU Blega, Bangkalan, Beberapa SPBU sepanjang jalan nasional Madura, dari Pamekasan menuju Bangkalan, mengalami hal yang sama. Semoga saja sekarang sudah tak langka lagi.